<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5957484796438620653\x26blogName\x3dFEE+STORY\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://feestory.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://feestory.blogspot.com/\x26vt\x3d1365418983540170218', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Senyum untuk luna : Happiness
Minggu, 07 Maret 2010



This is my new story ,, I write it when I'm on vacation ,, this is a candy love story ,, I write it in two language ,, Indonesia and English ,, please enjoy it


Indonesian Version

Ini kisahku ,, kisah seorang gadis tomboy yang penuh dengan senyum, selalu tersenyum seakan hidup ini akan berakhir besok. Ini kisahku ,, kisah bagaimana aku bertemu dengannya dan menghadapi semua masalahku sebelum aku harus kehilangan sebagian anggota tubuhku dan sebelum aku tak dapat melihat indahnya warna pelangi, terangnya cahya mentari, serta lembutnya sinar rembulan. Ini kisahku ,, kisah seorang gadis bernama Luna Apriliani Ariesta.

............

Pagi yang cerah ,, yah inilah hari yang ku tunggu – tunggu , hari yang mungkin akan menjadi sejarah indah di dalam hidupku – semoga saja. Mau tahu hari apa ini?Hari ini adalah hari Senin dan bukan sekedar hari Senin biasa. Hari ini untuk pertama kalinya aku masuk kuliah ,, hahahahahaha. Oke mungkin untuk sebagian orang ini hal yang sangat – sangat simpel tapi tidak buatku,its the best moment that I ever had.

Mengapa aku bisa berkata begitu?? Karena berbagai alasan yang terdapat dibalik semua kesempatanku untuk kuliah. Aku hanya seorang gadis dari keluarga biasa dengan penghasilan yang biasa pula. Ayahku adalah seorang pegawai di kantor biasa sementara ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga. Aku memiliki seorang adik yang masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar). Tapi , aku sangat bahagia memiliki mereka sebagai keluargaku. Meskipun hanya sebuah keluarga kecil dengan penghasilan yang kecil pula tapi aku tidak pernah merasa kekurangan karena keluargaku sangat menyayangiku dan memberi semua cinta serta perhatian kepadaku dan buatku itu sudah lebih dari cukup. Aku bahagia dan sangat menyayangi mereka.

Satu hal yang selalu membuatku merasa sedih dan terkadang menjadi beban pikiranku – mungkin juga untuk ke dua orang tuaku – yaitu bagaimana nasibku setelah lulus SMA? Biaya sekolah saat ini saja sudah cukup mahal – untungnya aku mendapatkan beasiswa karena prestasiku – apalagi untuk biaya kuliah? Orang tuaku bisa saja membiayai kuliahku tapi bagaimana dengan adikku yang juga butuh biaya sekolah? Aku tidak ingin adikku putus sekolah karena aku , dia juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama sepertiku , memperoleh ilmu sebagai bekal hidupnya kelak.

Saat semua teman – teman kelasku sibuk memikirkan tempat kuliah dan jurusan apa yang mereka akan ambil kelak , aku hanya bisa diam dan mendengarkan dengan hati perih. Aku ingin menangis, aku ingin kuliah tapi aku juga tak mau menjadi beban Ayah dan Ibuku. Aku hanya bisa berdoa dan memohon petunjuk dari Dia Yang Maha Kuasa.

Dan doaku pun dikabulkan. Aku bisa kuliah. Bu Lisa - guru matematikaku - bersedia membiayai kuliahku asal nilai IP ku selalu bisa berada di atas 3,0. Bu Lisa belum menikah namun dia sangat menyukai anak – anak apalagi anak yang berprestasi dan memiliki keinginan yang besar untuk maju. Berprestasi dan ingin maju , itulah yang menurutnya ada di dalam diriku dan hal itulah yang membuatnya ingin membantuku.

Aku tak dapat berkata – kata saat ibu Lisa memberitahu hal itu kepadaku. Rasanya aku ingin melompat tapi kakiku seakan terpaku di tanah yang basah , aku ingin berteriak tapi mulutku seakan terkunci rapat, aku hanya bisa terdiam dan menangis. Inilah kebahagiaanku yang mungkin untuk sebagian orang hanyalah hal kecil yang tak bermakna tapi inilah kebahagiaan sejati. Dapat mewujudkan sesuatu yang kau impikan sejak dulu.

Ke dua orang tuaku tak henti – henti bersyukur dan berdoa. Apalagi saat tahu bahwa aku diterima disalah satu Universitas ternama di daerah Jogja,orang tuaku langsung mengadakan syukuran kecil – kecilan di rumah kami. Alhamdulillah aku sangat bahagia.
Bulan Agustus segera tiba, saatnya aku bersiap – siap meninggalkan ke dua orang tua untuk menuntut ilmu di kota seberang. Keluargaku serta Bu Lisa mengantarkanku ke bandara. Ayah dan Ibuku memelukku erat – erat serta meneteskan butiran kecil air mata di sela – sela senyum yang mereka berikan untukku. Aku menatap mereka sekilas dan menangis tak henti – hentinya. Saatnya pergi jauh dari keluarga yang ku cintai.

“Jaga diri ya nak. Baik – baiklah disana, ingatlah berdoa dan belajar yang rajin. Jangan sia – siakan kebaikan yang diberi Bu Lisa untukmu” kata Ibuku dengan terbata – bata

“Ayah bangga padamu nak. Tetaplah jadi kebanggaan keluarga”

Aku pergi ..... selamat tinggal Makassar ... Jogja aku datang .....


English Version
This is my story, the story of a tomboyish girl who was full of smiling, always smiling as if this life will end tomorrow. This is my story, the story of how I met him and deal with my problems before I have to lose some of my limbs, and before I couldn’t see the beautiful colors of the rainbow, sunshine, and the moonlight. This is my story, the story of a girl named Luna Apriliani Ariesta.
A sunny morning,, well this is my day waiting, the day that might be a good history in my life - hopefully. Want to know what day is this? Today is Monday, and not just a regular Monday. Today ... for the first time I went to college,, hahahahahaha. Okay maybe for some people this is a very - very simple but not for me, its the best moment that I ever had.
Why I can say that?? Because of the various reasons that are behind it. I'm just a girl from an ordinary family with a regular income as well. My father was a clerk in the office while my mom usually just a housewife. I have a brother who was still in SD (Elementary School). But, I am very happy to have them as my family. Although only a small family with little income but I also never felt the lack because my family really loved me and gave all the love and care for me and for me it was more than enough. I'm happy and very fond of them.
One thing that always makes me feel sad and sometimes a burden on my mind - perhaps also for my parents - that is how my fate after graduating high school? School fees currently expensive enough - luckily I got a scholarship because of my record - especially for college costs? My parents could pay for college but how about my brother who also needs the school fees? I don’t want my brother dropped out of school because of me, he was also entitled to have the same opportunity like me, get the science as stock later life.
And my prayer was answered. I can go to college. Mrs Lisa - math teachers - are willing to pay for my college provided that the value of my college can always be above 3.0. Mrs. Lisa is not married but she liked children especially children who excel and have a great desire to get ahead. Achievement and advance, that's what she thinks is in me and that's made her want to help me.
I can’t say anything when Mrs. Lisa told me this. I wanted to jump but my feet seemed rooted to the ground wet, I wanted to scream but my mouth is locked tight, I could only silence and cry. This is my happiness that maybe for some people is just a small thing that have a meaningless but it's true happiness. Can bring about something that you always dreamed of.
My parents didn’t stop to thankful and pray. Especially when knowing that I was accepted blame a renowned University in Yogyakarta, my parents immediately held a small celebration - scale in our house. Alhamdulillah I am very happy.
August soon arrived, when I get - ready to leave my parents to study at the other side of town. My family and Mrs.Lisa take me to the airport. My father and my mother held me tight and cried with the small grains through a smile that they give for me. I looked at them briefly and couldn’t stop crying - constantly. Its time to go away from my loved family.
"Take care of yourself dear. Be a good girl in there, remember to pray and study diligently. Don’t waste of the good chance from Mrs. Lisa "My mother said it with a stumbling – brick
"Daddy proud of you dear. Keep a family pride "
Its time to go ..... GoodbyeMakassar ..... Jogja , I’m coming .......


Continue .....

LOVELY CANDY LIST (just click the tittle) :

Label:

XOXO;
10.47

profile

Hello, I'm Fee [read : Fe], an ordinary girl in extraordinary life :) I currently move to my sunny blog
Click it





Friends

  • Wind starshinee
  • Eka-Penyair Timur
  • Qchan
  • Inna
  • Inchen
  • Selly
  • Flow
  • Lady Queela
  • Ifa
  • Intan
  • Gabaritangles
  • Presticilla
  • Qonita
  • Death-a
  • Shafira Noor Latifah
  • Aul
  • Indy


    Favourite

    I almost see and keep reading to this great blogs :)
  • Anak Perempuan dan Ayahnya
  • Perempuan Sore
  • Lala Bohang [writing]
  • Lala Bohang [drawing]
  • Hana Tajima Simpson
  • Raditya Dika
  • Richard
  • Damarisasi-7th July accoustic
  • 30Hari Menulis Surat Cinta


    credits

    picture design: deviant art
    skin: camisado
    brushes: echoica