<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5957484796438620653\x26blogName\x3dFEE+STORY\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://feestory.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://feestory.blogspot.com/\x26vt\x3d1365418983540170218', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

ELISA'S DOLL
Jumat, 25 September 2009


Just click n read :]

Rara berlari menyusuri jalan setapak itu,mencari-cari sesuatu yang dilihatnya sejak seminggu yang lalu.Benda yang membuatnya merasa ketakutan namun entah mengapa perasaan itu kini berubah menjadi rasa iba yang sangat dalam.
“Ah..ini dia,akhirnya ketemu juga”batin Rara
Setelah membersihkan benda itu,Rara segera bergegas pulang ke rumahnya tanpa menyadari ada sebuah mimpi buruk yang akan mengintainya.
Sesampainya di rumah…..
“Ra…kenapa jam segini baru sampai di……astaga Rara…..kenapa seragammu kotor sekali???habis main dimana kamu???”kata seorang wanita berwajah lembut
“Mmmm…maafin Rara ya mama sayang…Rara tadi habis dari….itu…mmm”
“Darimana Rara…kamu…apa yang kamu pegang itu??”Tanya wanita yang dipanggil mama oleh Rara
“Ini boneka ma…”jawab Rara seraya menunjukkan boneka yang dipegangnya
“Ya ampun Rara…kalau kamu ingin punya boneka bilang sama mama atau papa,jangan memungutnya dari tempat sampah”
“Rara maunya boneka ini ma….”
Kemudian Rara segera berlari ke kamarnya karena tak mau mendengar omelan mamanya yang terkenal sangat panjang melebihi pidato kepresidenan.Dengan cekatan dia lalu membersihkan boneka yang dipegangnya dan mulai mengajak boneka itu berbicara.Tiba-tiba perasaan aneh menyusupi hati Rara,dia merasa sangat tenang.Namun,ketenangan itu bukan ketengan biasa.Entah mengapa perasaan itu sukar untuk dijelaskan.
“Boneka ini pembawa damai…hoam”
Rara pun tertidur……di dalam mimpinya dia melihat seorang gadis duduk sendiri di taman sambil menangis.Tidak ada seorang pun yang memperdulikan atau sekedar menatap gadis itu.Gadis itu menatap Rara dan kemudian berkata…
“Tolong aku…..”
“RARA!!!!!!!!bangun sayang…sudah siang!!!hari ini kamu ada janji ma temanmu ke pantai kan?”teriak mama dari dapur
Rara pun tersentak kaget….tersadar dari mimpi anehnya.
“hoam…yahhhh”jawab Rara malas
Semenit kemudian Rara yang telah berpakaian sangat rapi & manis duduk di meja makan.
“Wah..anak mama cepat banget siap-siapnya.Jadi curiga,mandi apa tidak ya???”goda mama seraya menyodorkan nasi goreng ke hadapan Rara
“Mandi kok ma…tapi mandi bebek….hahahaha”
“Dasar anak mama yang satu ini memang….”
“Cantik & baik hati…udah ma..Rara dah tahu kok…hehehe”
Mama hanya tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya di dapur.
Ting…tong…..
“Ra..teman-temanmu kayaknya dah datang tuh”
“iya…bye mama sayang”
Perjalanan menuju ke pantai….
“Eh…kalian tadi pagi nonton berita tidak??Ada berita yang menarik lho..”kata Yumi,teman Rara
“Berita apaan sih Yum?”Tanya Lina
“Anak SMP 33 yang kemarin dinyatakan hilang,udah ditemukan tapi dalam keadaan tidak bernyawa alias mati”
“Ah..itu sih udah biasa kali”jawab Rara
“Iya,apa menariknya coba”timpal Lina
“Ah kalian ini,makanya dengar dulu penjelasanku.Kalian tahu yang ditemukan dari anak gadis itu adalah kepalanya saja.Dia di mutilasi!!!!”
“Ihhh…mengerikan juga,udah ah ceritanya”kata Lina
Kata-kata Yumi terus terngiang-ngiang ditelinga Rara,dia merasa akan terjadi sesuatu yang berhubungan hal tersebut namun dia juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya akan terjadi.
Seminggu pun berlalu tanpa terjadi suatu hal yang berarti.Rara mulai merasa bahwa apa yang dulu dipikirkannya hanyalah sebuah firasat yang tidak bermakna.Tapi,entah mengapa mimpinya tentang seorang gadis yang menangis di taman terus berulang,hari demi hari.Mimpi anehnya itu membuatnya takut namun juga penasaran oleh karena itu dia meminta bantuan teman-temannya untuk mencari arti dari mimpi tersebut.Dan atas saran Yumi,ada baiknya menyelidiki mimpi tersebut dengan mencari pemilik boneka yang dipungut Rara,karena semenjak memiliki boneka tersebut Rara bermimpi aneh.
Dua hari kemudian…
“Bagaimana menurutmu Ra??semua mimpimu itu pasti berkaitan dengan boneka tersebut.Semenjak ada boneka itu,kamu terus bermimpi buruk dan kamu pun menyetujui pendapat itu.Jadi,apa salahnya kita mencoba untuk memastikannya?” kata Yumi
“Iya Ra…menurutku tidak ada salahnya kita kesana dulu untuk memastikannya.Bagaimana kalau nanti sore?Lebih cepat lebih baik”tambah Lina
“Ya,aku setuju”jawab Rara
Sore harinya mereka bertiga pun pergi ke sebuah tempat yang telah disepakati bersama untuk mencari maksud dari mimpi Rara tersebut.
Setelah hampir setengah jam berjalan,sampailah mereka di sebuah rumah bergaya Eropa yang sangat mewah.
“Wow….apa kita tidak salah tempat?”tanya Lina
“Tidak,ayo masuk…kita terlambat lima menit.Tuan dan Nyonya Pierre pasti telah lelah menunggu”kata Yumi
Saat memasuki rumah tersebut mereka bertemu seorang pelayan pria yang mengatakan bahwa Tuan dan Nyonya Pierre sedang menunggu mereka di lantai atas.Pelayan tersebut lalu mengantarkan mereka ke lantai atas.Mereka bertiga berdecak kagum melihat isi rumah itu,perabotannya tertata sangat rapi dan bersih.Berada di dalam rumah tersebut seperti berada di dalam istana.Kemudian mata Rara tanpa sengaja tertuju pada sebuah foto berbingkai emas yang terpasang di ruang tamu.Di foto tersebut tampak seorang gadis manis yang sedang memeluk boneka yang kini ada padanya.Langkah Rara pun berhenti…
“Maaf Tuan,siapa gadis kecil itu??”tanya Rara kepada pelayan pria tersebut
“Dia nona Elisa,nona kecil kami”jawab pelayan tersebut denga tersenyum
“Apa gadis itu yang ada dimimpimu?”bisik Lina saat mereka mulai berjalan lagi menuju lantai atas
“Bukan”
Akhirnya mereka pun bertemu dengan Tuan dan Nyonya Pierre.Tuan Pierre adalah pria gemuk berwajah bundar seperti telur sedangkan Nyonya Pierre adalah wanita yang sangat cantik,memiliki mata sebiru batu permata dan kulit seputih salju,sungguh pasangan yang tidak biasa.
“Ah…kalian datang juga,silahkan duduk”kata Tuan Pierre ramah
“maaf atas keterlambatan kami….eh…em..Sir”kata Yumi
“Hahaha…tak perlu ragu untuk menyebutkan namaku.Baiklah,seperti yang telah kalian katakan padaku melalui surat tempo hari,kalian ingin memastikan apakah boneka yang kalian temukan adalah milik putriku,ya??boleh aku lihat bonekanya?”
“Ini sir..”kata Rara sambil menunjukkan boneka tersebut
“Bo…boneka itu….ehm,Itu memang boneka Elisa”kata Nyonya Pierre dengan nada terkejut
“Jadi,memang benar ini boneka milik Elisa?”tanya Rara
“Iya”jawab Tuan dan Nyonya Pierre bersamaan
“Berarti tidak ada hubungannya dengan mimpi.Soalnya yang muncul di mimpimu buka Elisa”kata Lina
“Jadi yang ada di mimpimu bukan anakku??”tanya Tuan Pierre
“Bukan sir…mungkin boneka ini tidak ada hubungannya dengan mimpiku.”
“atau jangan-jangan yang ada di mimpimu itu……”kata Nyonya Pierre dan dengan segera mengambil sebuah album foto
“Risa,apakah gadis ini”kata Nyonya Pierre lagi
“Iya,benar.Dia yang ada di mimpiku,bagaimana madam bisa tahu?”
“Sebenarnya boneka itu dititipkan putriku pada Risa.Risa adalah anak mantan juru masak kami.Risa sangat menyukai boneka itu.Namun,putriku tidak bisa memberikannya karena boneka itu adalah kado terakhir dari almarhum ayahku untuk putriku.Jadi,putriku meminjamkannya sehari sebelum kami berangkat ke Eropa.Tapi,setelah ditunggu berjam-jam Risa tidak juga datang dan mengembalikannya.Putriku sangat sedih karena Risa tidak menepati janjinya”cerita Nyonya Pierre
“Jadi…Risa muncul di mimpimu untuk meminta tolong agar boneka itu di kembalikan??Jangan-jangan Risa……ah…aku ingat sekarang”kata Yumi penuh teka-teki
“Kenapa Yum??”tanya Rara
“Ingat gadis yang di mutilasi yang ku ceritakan pada kalian??Gadis itu juga bernama Risa…mmmm,,nama panjangnya..Risa…duh Risa…”
“Risa Rhaisita??”kata Tuan Pierre
“Iya…jadi benar itu dia…berarti….”
“Dia telah meninggal”kata Rara
Kemudian Rara mengusulkan untuk mencari rumah Risa bersama-sama dan menemui orangtuanya agar semuanya menjadi lebih jelas.Dan setelah menemukannya,mereka pun segera mengajak Elisa agar berkunjung kesana.
Orang tua Risa sangat terkejut melihat kedatangan mereka semua apalagi setelah mendengar cerita Rara.
Ibu Risa lalu meminta maaf dan mengatakan bahwa anaknya memang salah.Saat mengetahui boneka tersebut belum di kembalikan,dia sempat menegur anaknya.Tapi,sepertinya percuma saja karena Risa mengatakan boneka itu pembawa damai.Rara pun terkejut mendengar hal itu.
“Seperti yang ku rasakan”batin Rara
Dan beberapa minggu yang lalu,Risa berubah.Entah apa yang terjadi,sore itu juga dia ingin mengembalikan boneka itu pada Elisa dan meminta maaf atas semua sikapnya.Setelah kejadian itulah Risa menghilang dan kemudian ditemukan dengan keadaan yang mengenaskan.Elisa pun menangis mendengar penjelasan tersebut dan mengatakan bahwa dia telah memaafkan Risa.Sekarang yang mereka inginkan adalah menemukan potongan tubuh Risa yang lainnya.
“Aku menemukan boneka ini di dekat rel kereta api,apa mungkin….”kata Rara seketika
Berkat keterangan dari Rara,polisi pun mendapatkan titik terang bahwa lokasi pembunuhan tersebut terjadi di dekat rel kereta api.Tak perlu menunggu waktu yang cukup lama polisi pun menemukan pelaku pembunuhan tersebut yang tidak lain adalah Mitha,kakak kelas Risa.Motif pembunuhannya adalah boneka tersebut,lagi dan lagi.Selayaknya Risa,Mitha pun sangat menyukai boneka tersebut dan ingin memilikinya.Mitha bahkan sempat mengancam Risa.Mungkin hal itu membuat Risa takut dan ingin segera mengembalikan boneka tersebut.Apalagi Mitha selalu mengikuti Risa.Menurut pengakuan Mitha,Risa lah yang meminta bertemu di dekat rel kereta api.Risa lalu menjelaskan boneka itu bukan miliknya. Dan dia ingin segera mengembalikannya.Mendengar hal itu,Mitha menjadi gelap mata dan terjadilah pembunuhan keji itu.Mitha yang semula menyukai boneka itu menjadi ketakutan karena boneka itulah yang membuatnya membunuh Risa sehingga dia meninggalkan boneka tersebut dan mulai membuang potongan mayat Risa secara tersebar.Sungguh mengenaskan……
Setelah semua hal tersebut terselesaikan,Rara tidak mendapatkan mimpi aneh seperti dulu lagi.Mimpi terakhirnya adalah bertemu dengan gadis yang sama tetapi gadis itu tidak menangis lagi melainkan tersenyum dan berkata
“Terima kasih”



Catatan : cerita ini Q buat untuk menjawab PR award ”Boneka itu” daRi Rhien n’ Q buat dalam waktu sejam,Lok ada kata-kata yg salah mohon di maafkan (LOk tag dimaafkan,Q hajar LhO…wkwkwkw).Wat Rhien,bagaimana komentarmu???hehehe….LOk mw kRitik jg bOLeh biaR Q bisa lebih maju^^v

SCARY list (just click the tittle) :


Label:

XOXO;
02.35

profile

Hello, I'm Fee [read : Fe], an ordinary girl in extraordinary life :) I currently move to my sunny blog
Click it





Friends

  • Wind starshinee
  • Eka-Penyair Timur
  • Qchan
  • Inna
  • Inchen
  • Selly
  • Flow
  • Lady Queela
  • Ifa
  • Intan
  • Gabaritangles
  • Presticilla
  • Qonita
  • Death-a
  • Shafira Noor Latifah
  • Aul
  • Indy


    Favourite

    I almost see and keep reading to this great blogs :)
  • Anak Perempuan dan Ayahnya
  • Perempuan Sore
  • Lala Bohang [writing]
  • Lala Bohang [drawing]
  • Hana Tajima Simpson
  • Raditya Dika
  • Richard
  • Damarisasi-7th July accoustic
  • 30Hari Menulis Surat Cinta


    credits

    picture design: deviant art
    skin: camisado
    brushes: echoica