<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5957484796438620653\x26blogName\x3dFEE+STORY\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://feestory.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://feestory.blogspot.com/\x26vt\x3d1365418983540170218', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

IF WE EVER MEET AGAIN
Kamis, 13 Januari 2011



Part 1 - 4




IF WE EVER MEET AGAIN [CAT AND FISH]

London (Senin, 1 Maret 2010 – 07.00 AM)

Keramaian yang tidak biasa terjadi di salah satu Museum terkenal di London. Polisi tampak hilir mudik disekitar Museum, begitupun para pencari berita.

Ternyata di Museum tersebut telah terjadi pencurian besar – besaran. Koleksi salah seorang bangsawan terkenal di kota tersebut yang rencananya akan dipamerkan tiga hari di Museum itu, lenyap seketika. Para security serta beberapa kamera pengawas yang terpasang di Museum tersebut berhasil dikelabui dengan sangat lihai. Jejak sang pencuri pun tak terlihat, bagaikan hantu, masuk dan keluar tanpa merusak apa pun.

Tiga buah lukisan , sebuah mutiara, serta dua buah kalung berlian kini tak tampak di tempat yang seharusnya.

Sementara itu disebuah rumah mewah yang tak jauh dari Museum itu, terjadi percakapan yang serius antara dua orang pria.

“Kau melakukannya dengan sangat hebat” kata pria pertama

“...”

“Ada masalah?? Kemana benda itu?”

“Maaf tuan, kita kecolongan. Benda itu tidak ada disana saat saya mau mengambilnya ” jawab pria ke dua

“Apa????”

Pria ke dua pun mengeluarkan sesuatu dari balik sakunya. Pria pertama menelitinya dengan seksama, wajahnya pun mengeras menampilkan kebencian yang mendalam.

“Orang itu lagi..............”

Ke dua pria tersebut pun melamun, bermain – main dengan pikiran mereka masing – masing setelah melihat benda yang dibawa pria ke dua.

Pria pertama ....

“Orang itu selalu menggangguku, kali ini pun begitu. Semua itu bukan miliknya”

Pria ke dua ....

“Dia ... apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku berhutang budi padanya tapi bagaimana dengan tugasku?”


Black Cat a.k.a Vyne .....

Seorang gadis manis berambut hitam, berkulit putih dengan tinggi semampai sedang berdiri di balkon sebuah apartemen menikmati desiran angin malam. Di telinganya terpasang sebuah earphone. Gadis tersebut tampak sangat menikmati apa yang didengarnya, entah apa itu.

Seulas senyum tampak diwajahnya dan menampilkan sepasang lesung pipit yang amat manis.

“Ini saatnya .....”

Gadis tersebut dengan segera mengganti baju tidurnya yang berwarna putih susu dengan baju dan celana panjang hitam ketat. Rambutnya yang indah ia ikat dengan rapi, memakai sarung tangan, serta memeriksa peralatan yang akan dia bawa di tas pinggang kecilnya. Setelah dirasa semuanya telah siap, gadis tersebut dengan segera meninggalkan apartemen mewahnya, bukan melalui pintu depan melainkan melewati jendela, dengan seutas tali tambang dia melompat dari lantai delapan !

01:00 AM
Gadis tersebut mengendap – endap diantara sudut kegelapan, menyembunyikan dirinya dibalik semak – semak sebuah taman. Tas pinggang miliknya kini telah berubah menjadi sebuah tas ransel berukuran sangat besar. Gadis tersebut tersenyum, mengambil PDA (Personal Digital Assistent )miliknya.

“Semuanya beres ...... ” batinnya

“Jangan puas dulu. Semuanya belum beres, Vyne .....” kata seseorang yang tiba- tiba muncul dari belakang gadis manis yang membawa tas ransel tadi,Vyne.

“Ah,Lily .... apa maksudmu? ”

Gadis yang dipanggil Lily oleh Vyne pun mengeluarkan PDA miliknya lalu menunjukkan sesuatu sambil tersenyum penuh arti. Seakan mengerti maksud Lily, Vyne pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Itu yang terakhir sebelum waktu kita habis. Kau ikut?” tanya Vyne

“Yup. Aku yakin penjagaannya pasti lebih diperketat, akan sulit bagimu untuk mengambil ke dua benda ini. So, kita akan berbagi tugas, itulah arti persaudaraan kita”jawab Lily

“Bersama lebih baik” kata ke duanya sambil berpelukan.

“Di tempat ini , minggu depan, jam yang sama .... setuju Vyne eh Black Cat?”tanya Lily

“Setuju White Cat”

Black fish a.k.a Kevin

01:00 AM

“Aman ....” batin seorang pria yang kini sedang mengendap – endap masuk ke dalam Museum

Langkahnya pelan tapi pasti, dalam diam dia terus maju. Sesekali dia berbalik ke belakang, memastikan keadaannya aman. Merasa semuanya akan baik – baik saja. Dia melangkah dengan lebih mantab dan lebih cepat. Dia ingin sesegera mungkin menyelesaikan tugas yang di bebankan untuknya, mengambil tiga buah lukisan , sebuah mutiara, serta dua buah kalung berlian yang kini tersimpan cukup aman – menurut beberapa orang – di sebuah ruangan.

“Tidak mungkin” gumam pria itu seketika.
Yang ada dihadapannya kini hanyalah etalase bening yang kosong tanpa lukisan, mutiara, dan kalung berlian. Pria tersebut diam selama beberapa detik lalu menyadari sesuatu.

“Harusnya aku tahu”

07:00 AM
Pria yang kehilangan benda yang menjadi targetnya semalam kini sedang berdiskusi dengan orang yang menyuruhnya.

“Sekali lagi kau didahului olehnya Black fish dan kau mengecewakan aku”kata seorang pria yang duduk di depan Black fish,pria yang kehilangan targetnya.

“Saya tidak menyangka akan hal itu Tuan. Dan saya akan berusaha mengembalikan kepercayaan Tuan kepada saya. Berilah saya sedikit ........ sedikit waktu” kata Black fish

“Kau yakin??”tanya pria yang duduk itu, seakan bisa membaca apa yang dipikirkan Black Fish.

Black fish hanya terdiam, tertunduk dan menatap sebuah liontin hitam berbentuk kucing yang amat khas. Lambang Black Cat, musuh bebuyutannya sejak dulu. Satu – satunya pencuri yang mengetahui identitas serta pekerjaannya selama ini dan satu – satunya pencuri yang membuat dirinya kini merasa bimbang.

Dulu, sang pencuri, Black Cat pernah menolongnya dan membersihkan nama baiknya. Akibat kebodohannya, Kevin atau yang lebih dikenal dengan Black Fish di dunia pencuri bayaran, hampir mendekam di penjara selama waktu yang tidak dapat ditentukan atau bahkan selamanya. Untunglah Black Cat membantunya, dia mengembalikan benda yang diduga dicuri oleh Kevin.

Kevin merasa sangat berhutang budi kepadanya. Di sadari atau tidak, Black Cat telah menyelamatkannya, menyelamatkan seorang pria yang menjadi tulang punggung keluarga dan seorang pria yang berjuang keras untuk membiayai operasi istrinya tercinta.

“Saya akan berusaha Tuan” kata Black Fish kemudian

Pria tersebut kemudian tersenyum sinis lalu menunjukkan sebuah foto kehadapan Kevin atau Black Fish.

“Aku yakin kau bisa dan ini mudah”

Black Fish memandang foto tersebut, dia tak memberikan komentar, terdiam. Pikirannya dipenuhi dengan senyum istrinya, wanita yang sangat ia cintai, yang kini terbaring lemah di sebuah Rumah Sakit ternama di London.

“Demi Elena , apapun harus aku lakukan. Black Cat, pertarungan kita akan dimulai” batin Kevin.

=====================================================================================

IF WE EVER MEET AGAIN [ITS ALL BEGIN]
07.00 PM

Sebuah apartemen ....

Vyne sedang menikmati segelas coklat hangat sambil mengetikan sesuatu pada laptop putihnya. Wajahnya tampak serius namun sesekali dia tersenyum dan menampakkan wajah “aku berhasil”. Vyne berdiri meninggalkan laptop putihnya menyala dan berjalan menuju pintu.

“Well , ada apa?” ucapnya saat membuka pintu.

Orang yang sedang berdiri di depan pintu hanya tersenyum dan memberi isyarat “apakah aku boleh masuk”. Seakan menyadari hal itu, Vyne mengangguk dan mengajak orang tersebut masuk.
Orang tersebut adalah seorang pria berwajah keras dan berperawakan sedang. Dari setelan jas yang dia gunakan dapat disimpulkan bahwa dia adalah seorang bangsawan atau orang termuka.

“Ada apa?” ulang Vyne sekali lagi saat pria tersebut duduk.

Lagi dan lagi pria itu hanya tersenyum dan memandang Vyne penuh arti. Vyne membuang wajahnya dan mencoba untuk tidak menatap pria itu. Bagaimana pun juga, Vyne adalah seorang wanita dan setiap wanita pasti akan merasa malu jika ditatap seperti itu.

“Kau belum berubah” kata pria itu kemudian.
“Ya , aku masih Vyne yang dulu”
“Bukan itu maksudku tapi ....” pria itu lalu menunjuk laptop putih Vyne yang masih menyala.
“Terserah aku. Itu bukan urusanmu” jawab Vyne kesal.
“Apa pun yang kau lakukan, itu masih menjadi urusanku. Karena ....”
“SHUT UP ! DON’T TALK ANYMORE !” bentak Vyne kesal, wajahnya pun memerah menahan air mata.

Pria itu pun terdiam, wajahnya menampakkan kesedihan yang teramat dalam. Dia sadar akan hal buruk yang telah dia lakukan dan dia tahu semua itu tidak dapat ia tarik kembali. Nasi telah menjadi bubur, ya itulah yang harus ia terima. Setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya dan inilah hal yang harus dia terima, berhenti mengganggu dan mencampuri hidup Vyne. Walaupun setahun belakangan ini Vyne bisa menerima kehadirannya namun itu belum memberikan kepastian bahwa Vyne siap berbagi tentang kehidupan pribadinyanya kepada pria itu.

“Gomen nasai ....” kata pria itu kemudian.
“Berhenti menggunakan bahasa Jepang ! Aku tidak ingin mendengar bahasa itu di dalam hidupku lagi” kata Vyne pilu.
“Hah baiklah”

Pria itu pun berdiri dan meninggalkan Vyne. Sebelum keluar dari apartemen, ia berkata

“Perlu kau ketahui. Aku sama sekali tidak berniat melarangmu untuk melakukan itu semua. Aku hanya ingin memastikan agar kau tidak terlibat masalah. Bisakan kau menghentikan semua itu kalau apa yang kau inginkan telah tercapai?”
“Aku ....”
“Aku tidak butuh jawabanmu sekarang. Aku hanya ingin melihat perubahan yang akan kau lakukan. Anggap saja itu demi ibumu. Aku sangat sayang padamu. Aku tahu semua yang telah ku lakukan sangat membuatmu tersiksa dan aku sama sekali tidak mengharapkan kau memaafkan aku, aku cuma berharap kau bisa melanjutkan hidup normalmu. Aku sayang padamu masih seperti yang dulu dan aku akan selalu menjagamu seperti yang telah ku janjikan kepada ibumu. Matta au hi made ..... ”

Pria tersebut pun pergi dan meniggalkan Vyne menangis dalam diam.

“Aku juga sayang kamu ......... Ayah” kata Vyne lirih.

07.00 PM

Sebuah perpustakaan nasional ......

“Kejadian itu pasti ada disini. Tidak mungkin kejadian sedahsyat itu tidak terliput oleh media” batin Kevin yang sibuk memeriksa tumpukan koran lama.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” kata seorang penjaga perpusatakaan yang sedari tadi heran melihat tingkah laku Kevin.
“Eh ti .. tidak apa – apa, saya hanya mencari sebuah artikel tentang kejadian tenggelamnya kapal pesiar Marine milik keluarga bangsawan Jepang, saya membutuhkannya untuk melengkapi tugas kuliah saya. Tapi sepertinya tidak ada disini.”

Penjaga tersebut pun pergi meninggalkan Kevin.

“Huh, orang yang tidak punya sopan santun” batin Kevin.

Lima menit kemudian penjaga tersebut kembali dan membuat sebuah koran yang sangat lusuh.

“Apakah berita ini tuan?” kata penjaga itu seraya menunjukkan sebuah kolom berita.

Kevin pun tersenyum dan mengiyakan. Penjaga tersebut lalu menyerahkan koran tadi kepada Kevin dan meninggalkannya.

Setelah membaca koran tersebut beberapa menit, Kevin pun tersenyum penuh arti.

“Rahasia mu ada di tanganku. Saatnya melanjutkan rencana”

=====================================================================================

IF WE EVER MEET AGAIN [SECRET]
11.00 AM

Kevin mempercepat langkahnya seakan mengejar suatu hal yang penting atau bahkan dikejar sesuatau yang penting.

“Kenapa?”

Dia terus menggumamkan hal tersebut. Wajahnya menampakkan kecemasan yang sangat dalam. Ke dua tangannya dikepal dengan kencangnya seakan menahan amarah yang sewaktu – waktu dapat meledak.

“Apa yang kau lakukan?!!” teriak Kevin pada orang yang sedang beridiri di depannya kini.

Orang itu hanya tersenyum dan melangkah perlahan mendekati Kevin. Kevin merasa muak melihat wajah orang tersebut. Orang yang sangat dibencinya karena beberapa alasan.

Bukkkkkkkkkkkkkk ....

Sebuah pukulan berat mendarat di wajah orang itu.

“KAU !!!!!! ” teriak orang itu.

“Aku sama sekali tidak mengganggumu Tuan. Urus saja urusanmu dan berhenti mengganggu Elena KU !!!!!” teriak Kevin lagi disertai dengan sebuah pukulan ke arah orang itu.

Kali ini orang tersebut berhasil menghindar. Dia terlihat lebih waspada dari sebelumnya. Dia tahu Kevin termasuk pria yang tidak takut kehilangan nyawanya demi seseorang yang sangat dicintainya atau bisa disimpulkan bahwa Kevin adalah seorang pria yang sangat nekat.

“Apa ini yang kau lakukan terhadap seniormu?” Kata orang itu sambil tersenyum.

Kevin hanya terdiam. Orang tersebut adalah Blue Tiger, seorang pria berperawakan tinggi besar dengan mata berwarna abu – abu. Dia adalah pria yang telah membawa Kevin ke dunia pencuri bayaran. Pria yang sangat misterius dan sangat perfeksionis.

“Aku tidak akan melakukan hal ini seandainya kau tidak menggangguku”kata Kevin perlahan.

“Hah ... seharusnya hal itulah yang aku katakan padamu”

“Apa maksudmu !!” suara Kevin kini kembali meninggi.

“Berhentilah menyelediki Black Cat kalau kau tidak ingin hidupmu hancur”kata Blue Tiger tenang.

“Kenapa? Ini tugas yang diberikan padaku.Aku harus ....”

“Kau tidak harus membunuhnya ataupun menangkapnya. Kau hanya ditugaskan untuk mendapatkan benda itu sebelum dia mengambilnya”potong Blue Tiger.

“Tapi ini atas permintaan Duke Anthony. Dan juga aku membutuhkan uang itu sesegera mungkin”
“Keparat itu !!!! Jangan kau turuti perintahnya kalau kau tidak ingin terlibat lebih jauh lagi”

“Apa maksudnya ini?” tanya Kevin heran.

Blue Tiger berjalan ke arah jendela, melihat sekitarnya lalu menuju pintu seakan mengecek bahwa tidak ada seorang pun yang akan mendengar pembicaraan mereka. Kemudian dia mengeluarkan sebuah foto. Dua orang pria dan seorang wanita,itulah yang terlihat di foto tersebut. Kevin mengenali salah satu pria yang ada di foto tersebut, dia adalah Duke Anthony tapi Duke tersebut tampak lebih muda.

“Aku tahu wanita ini”kata Kevin kemudian.

“Nyonya Ishikawa,yang diketahui orang banyak sebagai Ratu Sakura dan istri dari salah satu petinggi Jepang,Takada Ishikawa.”jelas Blue Tiger.

“Dan apa maksudnya semua ini?”

“Oh c'mon, jangan berpura – pura lagi. Kau telah mengetahuinya dan katakan apa yang kau ketahui. Dan aku akan membantumu.”Kata Blue tiger sambil menatap Kevin dengan tajam.

“Hah,kau ... baiklah. Wanita itu adalah korban yang meninggal pada tragedi tenggelamnya kapal pesiar Marine milik suaminya. Pada saat kejadian, di kapal tersebut hanya ada dia dan anaknya beserta beberapa awak kapal. Semua awak kapal dikabarkan tewas, begitupun wanita itu dan anaknya. Namun,sampai saat ini jasad mereka berdua belum ditemukan. Dan ... hah ... menurut asumsiku , anak dari wanita tersebut adalah Black Cat”

“Kau telah bergerak sejauh ini ,, hmmmmm”

“Sekarang giliranmu menjelaskan semua yang harus kau jelaskan”kata Kevin.

“Well, wanita itu memang ibu dari Black Cat. Kau lihat foto ini? Kau mungkin bisa merasakan adanya cinta segitiga diantara tiga sahabat ini. Seorang wanita dan dua orang pria. Nyonya Ishikawa adalah satu – satunya keturunan keluarga bangsawan di Jerman. Dia memiliki banyak sekali benda berharga. Sejak dulu, Duke Anthony mendekatinya hanya untuk mendapatkan kekayaan dan dia akan melakukan apapun agar keinginannya tercapai. Mengetahui hal itu, Nyonya Ishikawa menghilang dari kehidupan dua pria tersebut dan lebih memilih menjalani hidupnya dengan seorang pria berkebangsaan Jepang”

“Tuan Takada...... dan bagaimana dengan pria ini?”tanya Kevin

“Dia menghilang.........”

Blue Tiger pun terdiam, memikirkan sesuatu yang tidak dapat ditafsirkan oleh Kevin.

“Dan apa hubungannya denganku?”

“Pria yang menghilang itu ..... kini telah menjadi seorang pembunuh bayaran yang sangat luar biasa. Dia tidak akan segan – segan membunuh orang yang telah mengganggu hidup anak dari orang yang sangat dicintainya apalagi orang tersebut adalah orang suruhan Duke Anthony”

“Tidak mungkin” kata Kevin kaget.

“Itu mungkin saja. Apa yang terjadi pada istrimu, bukanlah ulahku. Aku hanya ingin mengunjunginya saat kemudian aku melihat seseorang menyuntikan sesuatu ke cairan infusnya. Tepat saat aku ingin menyelamatkan istrimu, kau datang dan menuduhku ....” kata Blue Tiger sambil tersenyum.

Mata Kevin membesar, dia tidak menyangka akan hal yang telah dia lakukan. Membawa istrinya ke dalam masalah yang lebih besar dan telah menyerang orang yang telah menyelamatkan nyawa istrinya.

“Yang dapat kau lakukan saat ini hanyalah fokus terhadap hal yang benar – benar ditugaskan olehmu. Mengambil benda itu. Jangan dengarkan ocehan Duke sialan itu. Dia hanya menggunakanmu sebagai mainannya”jelas Blue Tiger.

“... terimakasih dan maafkan aku”

“It’s ok. Aku yang membawamu ke dunia ini. Aku yang menjerumuskanmu, dan aku akan bertanggungjawab mengeluarkanmu dari semua ini.”

“Thank You ... tapi bagaimana kau bisa mengetahui semua ini?”

Blue Tiger membuka salah satu jendela yang tadi ditutupnya. Berbalik ke arah Kevin dan berkata

“Anggaplah aku adalah aktor yang terlibat di masa lalu”


11.00 AM

“Tidak mungkin” kata Vyne setelah membaca tumpukan dokumen yang dipegangnya sedari tadi.

Lily atau yang lebih diketahui sebagai White Cat mendekatinya dengan wajah sendu seakan merasa bersalah telah membawa berita yang sangat tidak ingin diketahui oleh Vyne. Kenyataan itu memang pahit dan menyakitkan.

“Kau memintaku menyelidikinya. Maafkan aku ... inilah hasil penyelidikanku”

“Oh Lily, kau tidak perlu meminta maaf. Everything is alright,I’m ok.... aku bukan gadis yang lemah” kata Vyne sambil tersenyum.

“Kau berpura – pura kuat” batin Lily

Lily tahu betul bagaimana Vyne. Vyne selalu berpura – pura tegar menghadapi apa pun namun pada kenyataannya dia sangat lemah, hatinya sangat rapuh. Hal itu mungkin disebabkan oleh masa lalu Vyne yang kelam. Melihat ibunya disiksa saat Ayahnya tidak ada dirumah. Saat Vyne melaporkan hal itu pada Ayahnya , Vyne pun ikut disiksa sementara Ayahnya tidak memperdulikan apa yang dilaporkan Vyne. Hal itulah yang membuat Vyne sulit mempercayai Ayahnya bahkan hampir semua orang. Baginya sebaik – baiknya seorang manusia, di dalam dirinya pasti memiliki sisi negatif. Meskipun sisi tersebut hanya 1 % tapi suatu saat sisi itu bisa menjadi lebih dominan seiring berjalannya waktu.

Lily adalah satu – satunya orang yang sangat dipercayai Vyne setelah ibunya meninggal. Lily merupakan anak majikan keluarga Ishikawa dan satu – satunya sahabat yang dimiliki Vyne sejak kecil hingga dewasa. Kemana pun Vyne pergi, Liliy pasti mengikutinya bahkan saat Vyne terjun ke dunia pencuri bayaran.

“Duke Anthony dibalik semua ini. Sesuai dugaanku. Setelah merampas ibuku, kini dia ingin merampas peninggalan keluargaku. KEPARAT !!!!” kata Vyne

“Dia akan mendapat balasannya Vyne. Yang terpenting sekarang kau telah mengetahui bahwa ibumu masih hidup”

=====================================================================================

IF WE EVER MEET AGAIN [PAST]
25 tahun yang lalu

Seorang gadis berwajah kaku berlari – lari kecil melewati lorong sekolah. Sesekali dia melihat kanan-kiri seperti mencari sesuatu. Beberapa saat kemudian dia tersenyum dan melambaikan tangannya. Diseberang tampak dua orang pria membalas lambaian tangan sang gadis. Pria pertama tampak sangat gagah dengan kemeja putih dan celana panjang hitam yang tersetrika rapi sementara pria yang satunya lagi tampak sangat culun dengan kacamata minusnya yang sangat tebal.

“James, thank you so much. Buku – buku yang kamu pinjamkan sungguh sangat membantuku” kata gadis itu seraya menggenggam tangan pria berkacamata. Pria tersebut hanya tersenyum dan mengangguk.

“Well well, itu berarti ujianmu sukses nona bangsawan”kata pria yang lain

“Begitulah Anthony, terimakasih atas bantuan yang kamu berikan”


“My pleasure sweety” kata Anthony-sang pria pertama sambil mencium tangan gadis tersebut.

Beberapa saat kemudian mereka bertiga berjalan menuju rumah gadis tersebut. Sang gadis meninggalkan ke dua pria yang bersamanya – James dan Anthony – diruang tamu sementara dia mengganti bajunya.

“Wow, ini yang disebut dengan rumah impian”kata Anthony dengan wajah kagum.

“Ya” jawab James singkat.

“Aku pasti akan menikahinya” gumam Anthony.

“Apa?”


“Hey, jangan kaget seperti itu. Aku tahu kau menyukainya tapi bisa kita lihat siapa yang akan menang” jelas Anthony sambil menatap James dengan tatapan mengejek.

James hanya terdiam, dia sadar bahwa dia hanyalah seorang pria dari keluarga biasa dengan tampilan yang sangat biasa sementara Anthony berasal dari keluarga yang cukup terpandang namun satu hal yang sangat dia yakini yaitu cinta tidak memandang status dan tampilan tetapi hati. Dan dia yakin bahwa dia menyayangi sang gadis dengan sepenuh hatinya, berbeda dengan James yang mencintai sang gadis karena harta gadis tersebut.

“Sudahlah tidak perlu kau pikirkan, bukan salahmu jika kau terlahir sebagai keluarga biasa” ejek Athony lagi sambil melihat – melihat perabotan rumah dengan seksama.

“Ya”


“Ya Ya Ya , hanya itu yang dapat kau katakan. Aku heran kenapa Vyne mau bersahabat dengan orang biasa sepertimu. Tak mendatangkan manfaat sama sekali.”

James hanya terdiam, dia tahu Anthony hanya mencoba memancing amarahnya agar terjadi keributan sehingga dia bisa di usir dari rumah Vyne.

Seminggu kemudian

Bukkkk ...

“Kenapa kau memukulku?”tanya James

“Karena kau TIDAK tahu diri !!! Jauhi Vyne atau hidupmu hancur !!!” bentak Antony

“Hahahahhaha , kau terlihat takut. Vyne memilihku bukan dirimu.”

Pukulan bertubi – tubi kembali melayang ke tubuh James. James hanya menerimanya dengan diam karena dia sadar jika dia mencoba melawannya maka masalah akan menjadi semakin rumit. Hal yang menyulut kemarahan Anthony adalah penolakan yang dia alami. Sudah menjadi rahasia umum jika Anthony menyukai Vyne. Namun, orang yang disukai Vyne adalah James. James si manusia biasa, James si anak tidak populer, James teman yang juga dianggap pelayan oleh Anthony. Anthony tidak bisa menerima semua itu. Dia tahu dia tidak dapat mengubah keputusan Vyne tapi dia dapat menekan James untuk mengubah semuan. Namun, cinta James terhadap Vyne lebih kuat dari segala tekanan yang diberikan oleh Anthony. Anthony kesal .........

Beberapa hari kemudian, Vyne pergi meninggalkan ke dua pria tersebut ke sebuah negara yang sangat asing baginya. Ini pilihannya dan demi kebaikan.

Dear James Maafkan aku untuk semua tindakanku ini. Maafkan aku yang telah menghancurkan persahabatanmu dengan Anthony walaupun aku tahu, mungkin bagi Anthony kau bukan sahabatnya. Aku memilih jalan ini agar kau dapat hidup tenang, setidaknya ini hal terakhir yang dapat ku lakukan. Terimakasih karena telah mencintaiku sepenuh hati. Ku mohon jangan cari aku lagi, demi hidupku dan hidupmu.



With love Vyne

25 tahun kemudian ...

Seorang pria berkemeja hitam tampak berdiri diantara kerumunan pengunjung museum. Pria tersebut menatap sesosok wanita sambil tersenyum lalu bergumam

“25 tahun sudah dan putrimu tampak sangat cantik, matanya mirip denganmu ..... Vyne”

Continue ....... if we ever meet again [ its all about us ]









  • Ode to my family


  • Science Fiction


  • Lovely Candy


  • Family


  • From Music to Story


  • Fairy Tale and Fable


  • Funny


  • Scary


  • Other Story


  • Poetry


  • English



    Best Regrads Fee :)
  • Label:

    XOXO;
    17.41

    profile

    Hello, I'm Fee [read : Fe], an ordinary girl in extraordinary life :) I currently move to my sunny blog
    Click it





    Friends

  • Wind starshinee
  • Eka-Penyair Timur
  • Qchan
  • Inna
  • Inchen
  • Selly
  • Flow
  • Lady Queela
  • Ifa
  • Intan
  • Gabaritangles
  • Presticilla
  • Qonita
  • Death-a
  • Shafira Noor Latifah
  • Aul
  • Indy


    Favourite

    I almost see and keep reading to this great blogs :)
  • Anak Perempuan dan Ayahnya
  • Perempuan Sore
  • Lala Bohang [writing]
  • Lala Bohang [drawing]
  • Hana Tajima Simpson
  • Raditya Dika
  • Richard
  • Damarisasi-7th July accoustic
  • 30Hari Menulis Surat Cinta


    credits

    picture design: deviant art
    skin: camisado
    brushes: echoica