<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5957484796438620653\x26blogName\x3dFEE+STORY\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://feestory.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://feestory.blogspot.com/\x26vt\x3d1365418983540170218', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Teardrops on My Guitar
Rabu, 10 November 2010


TEARDROPS ON MY GUITAR

“Drew looks at me, I fake a smile so he won't see” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar.

Andrew Atmajaya, orang yang selalu bisa membuatku merasa hidup itu penuh warna. Dia adalah sahabat dekat dan cinta pertamaku. Kemana aku pergi, dia selalu ada disana dan begitu pun sebaliknya. Dia mengerti apa yang aku rasakan, tanpa perlu aku katakan. Ya, awalnya ku pikir dia pasti mengerti, namun ada beberapa hal yang sepertinya perlu dikatakan.

“Kau tahu, kau tidak perlu memaksa dirimu sendiri seperti ini. You push yourself to much” Kata Drew tiba – tiba.

“What? Push myself for what?” tanyaku kebingungan.

“Hah….” Drew menjauhkan tumpukan buku yang menghalangi kita.

“Senyummu hari ini palsu dan aku tidak suka melihatnya. We’re friend, right? Kalau ada masalah, cerita saja. Well, mungkin aku tidak akan bisa membantu banyak tapi setidaknya itu bisa membuatmu sedikit merasa lega”

“Ini semua karena kamu, bagaimana bisa aku menceritakannya?” bisikku dalam hati.

Ya, Drew terkadang mengerti kalau aku sedang berbohong dan sedih. Tapi, kenapa dia tidak bisa mengerti bahwa aku menyukainya dan aku sedih ketika mendengar dia menyukai gadis lain? Itulah jawaban senyum palsuku. Ingin rasanya berteriak sekencang mungkin dihadapannya kalau yang membuatku seperti ini adalah dia.

“So, ada masalah apa?”Tanya Drew lagi.

“Gak ada apa – apa kok. Aku hanya pusing memikirkan ujian untuk minggu depan.” Kataku sambil tersenyum.

“Stop it. That’s a fake smile. Well, aku tahu itu bukan masalah yang sekarang sedang kamu pikirkan. Amorelia, just tell me … tidak biasanya kamu seperti ini” kata Drew sambil menatapku tajam.

“Aku menyukai seseorang dan sepertinya semua ini akan berakhir dengan menyakitkan” kataku sambil menahan mengepalkan ke dua tanganku.

“HAH!! Maksudmu, kau menyukai seseorang dan bertepuk sebelah tangan?”

Aku hanya mengangguk dalam diam. Drew pun terdiam sambil melihatku dengan tatapan iba. Ingin rasanya mengatakan bahwa orang yang ku sebutkan adalah dia. Drew tidak melanjutkan pertanyaannya lagi dan itulah sifatnya. Dia hanya butuh sebuah jawaban mengapa aku bersedih. Dia tidak akan bertanya apa yang terjadi dibalik alasanku. Terkadang hal itu membuatku merasa tidak diperhatikan sebagai sahabat. Tapi, untuk saat ini aku merasa sangat bersyukur. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan jika dia bertanya lebih lanjut. Yang jelas, aku menyukai dirinya apa adanya.

***

“ I'll bet she's beautiful. That girl he talks about and she's got everything that I have to live without” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar

Lagi dan lagi aku hanya bisa menahan rasa sakit ini ketika Drew bercerita tentang gadis beruntung itu. Dipikiranku, gadis itu adalah seorang gadis yang sangat sempurna. Ya, hidup gadis itu akan sempurna jika dia tahu kalau disini, dihadapanku ada seorang pria yang sangat baik hati yang tergila – gila padanya.

“Dia sungguh luar biasa. Senyumnya sangat manis dan wajahnya bersinar. Kau tahu, dia jago dalam segala hal. Awalnya aku merasa iri padanya tapi semakin lama , aku menjadi kagum dan menyukainya” kata Drew dengan wajah yang berseri – seri.

“Siapa namanya? Sepertinya aku belum pernah mendengarmu menyebut namanya” kataku datar.

“Talita Mayanti Putri”

Saat menyebut nama gadis itu, wajah Drew terlihat sangat bergembira. Nama itu seolah – olah sesuatu yang sangat berharga. Aku semakin sedih dan sakit hati. Aku iri pada gadis itu.

***

“Drew talks to me, I laugh 'cause it's just so funny. I can't even see anyone when he's with me” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar

Aku tahu dia telah menyukai gadis lain. Aku tahu dia mungkin tidak menyadari bahwa aku menyukainya. Tapi, aku juga tahu kalau aku masih memiliki harapan untuk selalu berada di dekatnya. Aku masih bisa menemaninya membaca buku diperpustakaan, memperbaiki mobilnya di bengkel, dan mendengar cerita konyolnya. Dan hingga saat itu tiba, saat dimana aku tidak akan bisa menemaninya lagi, aku akan terus menjaga rasa ini.

“……..dan begitulah, akhirnya kita semua jatuh dari lingkaran itu” kata Drew bersemangat.

Aku tertawa dan melihat wajahnya dengan seksama. Saat itu, yang ada dipikiranku hanyalah dirinya. Semua orang dan hal yang terjadi disekitarku seketika terlupakan. Aku menumpahkan minuman, menjatuhkan kunci ke dalam kolam, dan tanpa sengaja mencoret tanganku sendiri saat mendengarnya berbicara atau bahkan menyapaku. Aku bertingkah bodoh saat dia ada didekatku. Andai saja dia menyadari tingkah ku itu, dia pasti tahu apa yang aku rasakan.

Aku menyukaimu Drew…..

***

“He says he's so in love. He's finally got it right. I wonder if he knows he's all I think about at night” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar.

Drew berlari – lari menghampiriku, wajahnya sangat berseri – seri. Aku berharap apa yang akan dia ceritakan nanti tidak akan membuatku semakin sakit hati. Namun…….

“Lita….akhirnya aku bisa berbicara dengannya. Oh my….dia gadis yang sempurna. Apa yang aku pikirkan sama dengan apa yang dia pikirkan. Aku semakin bersemangat untuk mendekatinya. I’m so in love”

“Oh….” Kataku dengan wajah yang tidak dapat ku ungkapkan.

Drew terus saja melanjutkan ceritanya tetapi aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. Pikiranku telah tertutup dengan rasa sakit yang ada dihatiku. Dia sedang jatuh cinta dan itu yang membuatku sakit. Dia jatuh cinta pada gadis lain. Gadis yang hanya sekali dia lihat sekali diperpustakaan. Gadis yang selalu dia pikirkan tiap malam dan selalu dia ceritakan padaku.

Sementara aku, selalu memikirkannya dan pada akhirnya akan sakit hati. Dia selalu membelaku dan tidak ingin melihatku sedih. Tapi, apa yang akan dia lakukan jika dia tahu kalau aku tersiksa dan sedih seperti ini karena dirinya? Aku berharap aku bisa tahu apa yang akan dia lakukan.

***

“Drew walks by me. Can he tell that I can't breathe? And there he goes, so perfectly the kind of flawless I wish I could be” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar.

Dan waktu yang sangat menyakitkan itu pun mulai menghampiriku….

Hari ini Drew memintaku untuk menemaninya jalan – jalan ke sebuah mall. Tidak biasanya dia seperti ini, memangajakku jalan – jalan ke tempat seperti ini.

“Tumben sekali aku diajak jalan – jalan ke tempat seperti ini” kataku padanya.

Drew hanya tersenyum dan fokus menyetir.

Saat tiba di mall, Drew mengajakku berputar – putar tanpa tujuan. Saat melihat seseorang di depan sebuah foodcourt dia melambaikan tangannya.

“Itu Lita, gadis yang aku bicarakan”

Deg…..

Jantungku seperti berhenti berdetak. Air mataku seakan meronta untuk keluar. Sakit sekali rasanya melihat mereka berdua tersenyum. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat Lita ingin menjabat tanganku. Aku ingin menghilang dari tempat ini, aku ingin berteriak, dan aku ingin menangis.

Drew, hari ini tanpa kau sadari, kau telah membuat luka dihatiku semakin dalam.

***

“So I drive home alone as I turn out the light. I'll put his picture down and maybe get some sleep tonight” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar.

Bertiga di dalam mobil Drew bukanlah pilihan yang tepat. Oleh karena itu, aku memilih pulang sendiri. Setidaknya aku bisa lebih mengurangi rasa sakit hatiku.

“Thanks Amorelia. You’re the best. Makasih udah ngasih kesempatan aku untuk berdua dengannya” bisik Drew sambil melirik Lita.

Aku hanya bisa mengangguk dan tersenyum kecut.

“Perkataanmu menyakitiku lagi”batinku.

Sesampainya di rumah, aku menangis dengan dalam sunyi. Aku melihat foto Drew yang tersenyum bahagia di meja belajarku, mengambilnya, dan membuangnya sekuat tenaga. Foto berbingkai merah itu pun pecah berkeping – keeping di lantai.

Hatiku sakit dan setelah ini akan lebih sakit lagi…..

***

“She better hold him tight, give him all her love. Look in those beautiful eyes and know she's lucky” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar.

Akhirnya, waktuku untuk merasa-masih-bisa memiliki Drew pun telah hilang. Drew dengan suara yang penuh kebahagiaan menelponku dan berkata bahwa Lita telah menerima ungkapan isi hatinya. Saat dia menceritakan semua kejadian bahagia itu, aku hanya bisa menangis dan meletakan handphone ku di atas kasur.

Aku butuh waktu sendiri. Aku ingin menenangkan pikiran dan hatiku.

Drew telah sibuk mengurus kebahagiaan hatinya sementara aku hanya bisa menata kembali hatiku yang telah hancur. Drew tidak lagi berada disampingku tetapi disamping Lita. Untuk saat ini, aku hanya dapat melihat mereka dari jauh dan berharap Lita akan membuat Drew bahagia. Drew adalah pria yang baik, dia mencintai Lita dengan sepenuh hati dan itu terlihat dari tatapan matanya.

Aku menangis saat itu juga……….

***

“He's the reason for the teardrops on my guitar. The only thing that keeps me wishing on a wishing star. He's the song in the car I keep singing. Don't know why I do?” Taylor Swift – Teardrops on My Guitar.

Aku meneteskan kembali air mata saat membaca diary kecilku. Mengingat Drew, cinta pertamaku yang menyakitkanku. Membuatku bernyanyi setiap malam di balkon kamar, tertawa dan tersenyum tanpa sebab, melakukan hal bodoh, serta mencoba mandiri tanpa bantuan orang lain-Drew.

I said, “Cerita ini terinspirasi dari lagunya Taylor Swift – Teardrops on My Guitar. Lagu & music videonya ngena banget ke hati,hehehehe. Mendadak jadi pengen nulis cerita yang diambil dari tiap lyricnya. Ternyata ide itu bisa mucul darimana saja ya J



Best Regrads Fee :)

Label: ,

XOXO;
20.13

profile

Hello, I'm Fee [read : Fe], an ordinary girl in extraordinary life :) I currently move to my sunny blog
Click it





Friends

  • Wind starshinee
  • Eka-Penyair Timur
  • Qchan
  • Inna
  • Inchen
  • Selly
  • Flow
  • Lady Queela
  • Ifa
  • Intan
  • Gabaritangles
  • Presticilla
  • Qonita
  • Death-a
  • Shafira Noor Latifah
  • Aul
  • Indy


    Favourite

    I almost see and keep reading to this great blogs :)
  • Anak Perempuan dan Ayahnya
  • Perempuan Sore
  • Lala Bohang [writing]
  • Lala Bohang [drawing]
  • Hana Tajima Simpson
  • Raditya Dika
  • Richard
  • Damarisasi-7th July accoustic
  • 30Hari Menulis Surat Cinta


    credits

    picture design: deviant art
    skin: camisado
    brushes: echoica