<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5957484796438620653\x26blogName\x3dFEE+STORY\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://feestory.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://feestory.blogspot.com/\x26vt\x3d1365418983540170218', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Aku tidak bisa memilih
Senin, 18 Oktober 2010



Kita tidak bisa memilih siapa orang yang kita cintai. Rasa itu datang begitu saja tanpa terduga. Itulah yang terjadi padaku. Semua orang mungkin menganggap aku telah bahagia. Tapi, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku.

"Bisa cepat gak sih jalannya !!" teriakku dengan tak sabarnya.

Hari ini adalah hari pertamaku bekerja di sebuah perusahaan swasta ternama di kotaku. Aku ingin memberikan kesan pertama yang baik. Aku bangun sepagi mungkin dan berdandan dengan sangat sempurna. Tapi .....

"Aduh mbak ini macet sekali" kata supir taksi yang aku tumpangi.

"Sepagi ini udah macet. What the ...."

"Namanya juga Jakarta mbak"


Aku meremas - remas tanganku serta menggoyang - goyangkan kakiku. Aku gugup!!!

1 jam kemudian .....

"Maafkan saya"

"Its okay Fay, Jakarta selalu seperti ini. Busy mon-ster-day, hahahaha"

Syukurlah big bosku memaklumi keterlambatanku yang lumayan lama. Ternyata dia adalah orang yang memiliki toleransi yang tinggi. Oke aku sedikit lebay hanya karena da tidak memarahiku. Tapi, itu bisa menjadi sebuah good image untuknya karena bisa dipastikan aku akan betah menduduki posisi sebagai sekretarisnya jika sifat toleransi itu masih dipertahankan.

"Ikut denganku" kataku big bos ku dengan tiba - tiba.

"K-kemana pak?"

"Lunch"jawabnya datar.

"L-lunch????saya bisa makan di sini Pak"

"Ya saya tahu dan saya sebenarnya tidak berminat mengajakmu lunch. Tapi, hari ada rapat dengan klien kita jadi kau harus ikut serta. RAPAT SEKALIGUS LUNCH"

Dia mengatakan kalimat terakhir dengan penekanan dan wajah yang menakutkanku.

Oh tidak, sifat aslinya muncul.

***

Hampir sebulan aku bekerja di tempat yang lumayan menyenangkan. Aku mulai mengenali karakter big bosku. Cara dia marah, tertawa, dan berbicara. Well, singkat kata aku mulai menyukainya. Aku mulai berpikir untuk melakukan pendekatan seintensif mungkin. Aku tahu big bosku belum memiliki istri, tunangan, bahkan pacar sekalipun. Well, ni terdengar aneh tapi mungkin karena big bosku memiliki selera yang cukup tinggi terhadap wanita.

"Menurutmu bagaimana tempat ini" kata big bosku seraya melihat ke dalam mataku.

Deg....

"I-indah"

"Hahahaha, kenapa kau gugup seperti itu? Tempat inimemang indah dan aku ingin pergi ke tempat ini bersamanya"

"Bersamanya?"

"Yup, orang yang aku sukai"

Rasanya seperti dicambuk ribuan kali. Ternyata big bosku telah menyukai seseorang.

Pupuslah semua harapan dan semangatku. Aku ingin menutup mata, hati, dan telinga akan cintaku ini.Sampai suatu hari peluang itu muncul.

"Sepertinya akan bertepuk sebelah tangan"

"APA!!" kataku kaget dan hampir mengeluarkan makanan yang sedang ku kunyah.

"Hey hati - hati"

"M-maaf"

"Its okay, Sepertinya cintaku akan bertepuk sebelah tangan atau tidak mungkin"

Big bosku menampakkan wajah murungnya. Sedih melihatnya tapi aku juga senang mendengar cintanya bertepuk sebelah tangan. Ini peluang untukku.

***

"Anda cantik sekali"

Aku tersenyum dan melihat bayanganku di cermin. Aku bahagia. Hari ini adalah hariku menjadi pengantin tercantik hanya untuk big bosku.

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Aku tidak menyangka big bosku melamarku dan ingin segera menikah denganku. Aku terharu dan sangat bahagia mendengarnya.

"Ini tidak wajar. Baru sebulan kalian jadian dan sekarang...." kata sahabatku saat aku menceritakan semuanya.

"Wajar saja menurutku. Mungkin akulah wanita yang tepat"

Saat itu aku sangat yakin dengan kata - kataku. Hingga suatu hari aku melihat kejadian yang membuatku ingin muntah.

Setelah menikah, aku tidak bekerja lagi karena suamiku tidak ingin aku terlalu lelah. Aku menuruti permintaannya dan menjadi seorang istri yang baik untuknya.

Siang itu...
Setelah selesai berbelanja, aku melihat mobil suamiku telah terparkir di depan rumah.

"Dia pulang secepat ini"batinku.

Aku mempercepat langkahku. Aku ingin menemuinya. Aku terus tersenyum dan masuk ke dalam rumah lalu .....

"A a aaa apa yang kalian...."

Aku kaget melihat suamiku sedang melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan. Aku menjatuhkan semua belanjaanku dan menangis. Aku sakit hati. Ingin rasanya berlari meninggalkannya tapi aku tidak bisa. Kakiku serasa tak bertulang. AKu terjatuh dan terus menangis, menangis dengan sangat kencang.

Suamiku berjalan mendekat. Dia menyentuhku dan ingin mengusap air mataku. Aku menepis tangannya dan terus menangis. Dia berbicara sesuatu tetapi aku tidak bisa mendengarnya. Hatiku sangat sakit. Aku merasa jijik melihat dan mendengarnya berbicara.

Aku merasa jijik karena melihatnya bercumbu dengan seorang pria. Sekarang aku mengerti mengapa dia tidak tergoda dengan wanita yang cantik sekalipun. Meskipun telah menikah,dia tidak memperlakukanku seperti seorang istri tetapi seorang sahabat.

Yang dia sukai selama ini adalah seorang pria, bukan wanita.

the end

Fee said, "Dapet inspirasi nulis ini gara - gara nonton personal taste, ada bagian tentang gay nya. Walaupun akhirnya sangat mengenaskan."

Label:

XOXO;
18.55

profile

Hello, I'm Fee [read : Fe], an ordinary girl in extraordinary life :) I currently move to my sunny blog
Click it





Friends

  • Wind starshinee
  • Eka-Penyair Timur
  • Qchan
  • Inna
  • Inchen
  • Selly
  • Flow
  • Lady Queela
  • Ifa
  • Intan
  • Gabaritangles
  • Presticilla
  • Qonita
  • Death-a
  • Shafira Noor Latifah
  • Aul
  • Indy


    Favourite

    I almost see and keep reading to this great blogs :)
  • Anak Perempuan dan Ayahnya
  • Perempuan Sore
  • Lala Bohang [writing]
  • Lala Bohang [drawing]
  • Hana Tajima Simpson
  • Raditya Dika
  • Richard
  • Damarisasi-7th July accoustic
  • 30Hari Menulis Surat Cinta


    credits

    picture design: deviant art
    skin: camisado
    brushes: echoica