<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5957484796438620653\x26blogName\x3dFEE+STORY\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://feestory.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://feestory.blogspot.com/\x26vt\x3d1365418983540170218', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

SISTAH : MUSIC IN ME
Selasa, 21 September 2010


You are music in me

When I see your smile

I know that you are music in me ……

“Argghhhhhh ,, aku tidak bisa melanjutkan lirik ini !!! “ teriak Minni seraya menarik rambutnya yang panjang dan hitam.

Vivi hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Minni lalu berkata “ Kau tahu, kau membuatnya semakin sulit. Kenapa tidak kau ups sorry”

“ VIVI !!!!!! Kau baru saja merusak kertas itu. Liriknya ….. Oh tidak !!! Lomba itu hanya tinggal seminggu lagi. What should I do ???? Arghhhhhhh “

Vivi hanya menunjukkan cengiran khasnya dan pergi meninggalkan Minni yang mengamuk tidak jelas. Dan kini amukan itu mengarah kepadaku. Oh ya ampun, selalu saja begini.

Aku, Minni, dan Vivi adalah teman sejak kecil, ah tidak lebih tepatnya sahabat sejak kecil. Kemana pun aku pergi selalu ada Vivi dan Minni, begitu pun sebaliknya. Bisa dikatakan kami tidak terpisahkan, sejauh ini.

Minni paling muda diantara kami bertiga, hanya lebih muda beberapa bulan. Tapi perbedaan beberapa bulan itu yang membuat dia sangat manja, terutama padaku. Saat ini dia sedang sibuk menciptakan sebuah lirik lagu. Hanya sebuah lirik lagu yang membuat kami sangat repot hampir seminggu ini.

Semua ini berawal dari ketidaksengajaanku menemukan sebuah selebaran lomba musik. Kami bertiga memiliki ketertarikan yang sama dibidang musik.

Minni sangat pandai bermain piano dan membuat lirik. Tapi kepiawaiannya dalam membuat lirik yang indah kini patut dipertanyakan.

Vivi hampir pandai dalam memainkan semua jenis alat musik. Oleh karena itu, untuk bagian aransemen lagu kami serahkan padanya. Kemampuannya sudah teruji, bisa dilihat dari jejeran piala di lemari kaca miliknya.

Sedangkan aku hanyalah seorang gadis yang cukup jago bermain gitar dan memiliki suara yang dapat membuat orang tersenyum.

Alasan itulah yang membuat kami bertiga memutuskan untuk mengikuti lomba“Music in me”. Setiap peserta diwajibkan untuk menciptakan sebuah lagu yang berjudul Music in me. Lagu tersebut kemudian akan dinyanyikan pada saat penentuan akhir. Tentu saja jika sebelumnya lirik itu lolos seleksi.

“Hah, Ra ini kesempatanku untuk menjadi penulis lagu terkenal. Dan kini mungkin aku akan mengacaukannya.” Keluh Minni sambil menatap langit – langit kamarnya yang biru.

“Ya aku tahu, tapi tenangkanlah dirimu terlebih dahulu”

Minni pun tersenyum dan memelukku.

“ Entahlah, lirik itu harus diserahkan seminggu lagi. Apa yang harus aku tulis? Rasanya susah menulis sebuah lagu cinta jika diri kita sendiri belum pernah merasakannya” gerutu Minni.

“Hey, kenapa harus bertemakan cinta. Music in me bisa saja tentang kita bertiga, persahabatan.”

“Well, aku rasa tidak cocok. Lagipula lagu yang menjual saat ini adalah lagu yang bertemakan cinta.”

JJJ

“Aku telah menemukannya” kata Minni seraya tersipu – sipu.

Aku dan Vivi menunjukkan wajah bingung dan bertanya. Karena jelas kami tidak dapat menafsirkan apa yang dibicarakannya.

“ Aku menemukan pria yang akan membantuku membuat lirik lagu yang ku inginkan”

“HAH !!!” aku dan Vivi beteriak kaget.

“Sssttt, jangan ribut diperpustakaan. Kalian tahu, kemarin aku melihatnya di taman. Dan tadi pagi saat di bus, aku berkenalan dengannya.Sepertinya aku jatuh cinta padanya dan pertemuanku kali ini dengannya menandakan bahwa dia adalah jodohku” kata Minni sambil mengedip – ngedipkan matanya dengan genit.

“ Tunggu sebentar, bagaimana bisa dia membantumu? Apa dia juga pandai membuat lirik lagu?Dan bagaimana bisa kau jatuh cinta pada pria yang baru kau temui?” Tanya Vivi kebingungan. Aku pun mengangguk setuju.

“Ah kalian kakakku yang tersayang, ternyata kalian masih awam ya. Music in me yang nanti akan ku tulis adalah lagu cinta untuknya. Karena bertemu dengan si mata indah itu, pikiranku jadi terbuka. Dan mungkin cinta ku padanya dapat dikategorikan sebagai love at the first sight”

“Well baguslah kalau begitu. Mulailah menulis sesuatu.” Kataku sambil lalu.

“Arata yang baik hati. Minni kita yang kecil ini jatuh cinta. Kau tahu JATUH CINTA. Kenapa bersikap biasa seperti itu? Kau memang aneh” kata Vivi seraya mengambil buku yang ku baca.

JJJ

Jreng jreng jreng ……

“Hah kemana si Minni kita itu?” desahku.

“Seperti biasa lagi sibuk bermesraan dengan si mata indah. Lihat sekarang siapa yang bermalas – malasan. Aku senang karena lirik yang dibuatnya membantu kita melaju ke babak final tapi bukan berarti tanggungjawabnya langsung selesai setelah itu kan? MENYEBALKAN !! “ kata Vivi sambil melempar stick drumnya.

Minni kini bukan seperti Minni yang dulu. Waktunya mulai disibukkan untuk bertemu pria bermata indah itu. Saat ku tanyakan apa status mereka berdua, Minni hanya tersenyum dan berkata “Biarlah semuanya berjalan seperti seharusnya. Just let it flow”

Aku tidak mengerti maksudnya, yang jelas aku tidak ingin melihatnya terluka. Pria bermata indah yang disukainya itu bukanlah pria yang baik. Aku tidak suka melihat senyumnya yang menurutku merupakan senyum genit seorang pria. Aku memang tidak berpengalaman dalam hal ini tetapi firasatku tidak pernah meleset dan itulah yang dapat aku banggakan.

“Aku mulai khawatir Ra. Dan aku pikir aku mulai setuju dengan pemikiranmu tentang Jhonny,si mata indah yang membuat si kecil kita berubah” kata Vivi menerawang.

“Oh ….”

“Kau selalu bersikap santai. Bisakah kau merespon kata – kataku dengan lebih baik? Hah …”

“Sorry ..”

“Hah .. kemarin aku melihat pria itu di Cafe langganan kita dan dia bersama wanita lain. Aku merasa dia adalah bajingan. Dia terlihat mesra dengan wanita itu. Mungkin wanita itu adalah pacarnya karena kau tahu kan apa yang selalu dikatakan Minni tentang hubungan mereka? “

“Just let it flow” kata ku

“Ya dan itu berarti mereka belum terikat.”

“Mereka kan memang belum terikat. Kita masih kecil dan …”

“Bukan terikat seperti itu yang aku maksudkan Ara sayang. Maksudku mereka belum pacaran.Kalau saja Minni tahu hal ini, dia bisa sangat sakit hati”

“Ya , apa kita harus memberitahukan hal ini? Lagipula bukan salah Jhonny kalau Minni menyukainya disaat Jhonny memiliki pacar”

“Tapi Jhonny memberi Minni harapan dan itu cukup menandakan bahwa dia adalah seorang bajingan. Jangan sampai Minni dijadikan selingkuhannya.”

“Siapa yang berselingkuh?” kata Minni sambil membuka pintu garasi.

“Bukan siapa – siapa” jawabku dan Vivi bersamaan.

“ Oh.. hei, kalian tahu aku dan Jhonny baru saja menjadi sepasang kekasih. Tadi siang dia menembakku.”

“HAH !!” kataku dan Vivi bersamaan lagi.

“Kakak – kakakku yang manis, sepertinya hari ini kalian sangat kompak, hahahahha. Mala mini kami berdua akan mentraktir kalian di Café biasanya, bagaimana?” Tanya Minni.

“Boleh lah”jawab Vivi datar.

“Ya” kataku

“Baiklah, jam 7 aku tunggu disana ya. Sekarang aku mau menemani Jhonny menjemput ibunya. Adios “

“Bagaimana dengan latihan kita?”

“Bisa dilanjutkan nanti” kata Minni

Aku dan Vivi hanya tersenyum kecut melihat tingkah Minni yang telah berubah drastis. Dulu Minni sangat rajin latihan, tidak pernah telat sedetik pun. Setiap ada perlombaan, dialah orang yang paling bersemangat mengikutinya. Tapi kali ini jangankan untuk latihan, menanyakan perkembangan latihan kita pun tidak sama sekali.

JJJ

PS : Berhubung lagi gak ada ide buat ngelanjutin jadinya cuma sampai sini aja ceritanya, nanti disambung lagi kalau saya gak (sok) sibuk , hahahahah .. adios


Label:

XOXO;
23.49

profile

Hello, I'm Fee [read : Fe], an ordinary girl in extraordinary life :) I currently move to my sunny blog
Click it





Friends

  • Wind starshinee
  • Eka-Penyair Timur
  • Qchan
  • Inna
  • Inchen
  • Selly
  • Flow
  • Lady Queela
  • Ifa
  • Intan
  • Gabaritangles
  • Presticilla
  • Qonita
  • Death-a
  • Shafira Noor Latifah
  • Aul
  • Indy


    Favourite

    I almost see and keep reading to this great blogs :)
  • Anak Perempuan dan Ayahnya
  • Perempuan Sore
  • Lala Bohang [writing]
  • Lala Bohang [drawing]
  • Hana Tajima Simpson
  • Raditya Dika
  • Richard
  • Damarisasi-7th July accoustic
  • 30Hari Menulis Surat Cinta


    credits

    picture design: deviant art
    skin: camisado
    brushes: echoica